oleh

Hingga Idul Fitri, Pandemi Corona Semakin Tinggi

 

Depok, Akuratnews.com – Angka positif Corona Virus Disease 19 (COVID-19) di Kota Depok, Jawa Barat tampak masih belum terbendung bahkan cenderung semakin tinggi hingga Hari Raya Idul Fitri 1441 hijiriah.

Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mencatat sejak 28 Maret 2020 hingga 25 Mei 2020 menunjukan tingginya lonjakan angka positif Corona di Depok.

Terdapat 29 kasus konfirmasi positif Corona pada 28 Maret 2020 lalu. Kini, dari data terbaru tim Gugus Tugas COVID-19 Depok, angka positif Corona menjadi 514 orang pada Senin,(25/5/2020).

Sedang, jika melihat kurva epidemiologi yang dirilis tim gugus tugas COVID-19 Depok, jumlah OTG, ODP, PDP dan kasus konfirmasi positif berdasarkan waktu terlihat bahwa penambahan kasus mulai meningkat sejak 14 Mei 2020 dan tertinggi pada 22 Mei 2020.

“Penambahan kasus terbanyak bersumber dari hasil SWAB PCR tindak lanjut program rapid test yang digulirkan GTPPC Kota Depok dan pihak-pihak yang peduli dalam penanggulangan COVID-19,” ujar Wali Kota Depok, Mohammad Idris dalam siaran pers, Senin,(25/5/2020).

Untuk itu, dari angka penularan COVID-19 yang masih tinggi di Depok, pihaknya mengimbau warga Kota Depok untuk lebih taat lagi mengikuti aturan yang diterapkan dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Jadi, mari kita ikuti ketentuan dalam PSBB dan protokol pemerintah agar tidak terjadi lonjakan kasus COVID-19 di Kota Depok,” ujarnya.

Terkait hasil pemeriksaan rapid test di tempat-tempat umum, di antaranya pasar tradisional, swalayan, stasiun, tempat ibadah, kerumunan dan lain sebagainya, secara kumulatif telah dilakukan pada 1.987 orang yang tersebar di berbagai kecamatan di Depok.

“Hasil rapid test reaktif didapatkan pada 38 orang atau 1,91%. Hasil rapid tersebut telah dilakukan tindak lanjut dengan pemeriksaan PCR dan saat ini sedang menunggu hasil pemeriksaan,” kata Idris.

Dalam siaran pers tim gugus tugas COVID-19 disebutkan Kota Depok sangat rentan terhadap penularan antar warga masyarakat, khususnya yang kontak erat dengan kasus konfirmasi positif.

Berkenaan dengan hal tersebut,
Pemerintah Kota Depok telah menyediakan RS Isolasi bagi warga terdampak Covid-19 khususnya
kasus Konfirmasi Positif Isolasi Mandiri, untuk dapat melakukan isolasi di rumah sakit, sehingga dapat memutuskan mata rantai penularan Covid-19.

Komentar

News Feed