oleh

HUT ke-53, Bulog Berbagi Sembako ke Ratusan Tunanetra dan Pekerja Informal

 

Bekasi, Akuratnews.com – Bekerjasama dengan Yayasan Binaul Ummah, Badan Urusan Logistik (Bulog) dan Fin Logistics berbagi sembako plus uang tunai kepada ratusan tunanetra dan pekerja informal, seperti pemulung, ojek pangkalan dan juru parkir, Sabtu (9/5/2020).

Giat tersebut yang digelar bilangan perumahan Margahayu, Bekasi Timur merupakan rangkaian hari Jadi ke-53 Perum Bulog yang diselenggarakan secara serentak di tiap kantor wilayah Perum Bulog seluruh Indonesia.

Kepala Bagian Humas Bulog, Tomi Wijaya menyatakan kegiatan perayaan milad kali ini di fokuskan untuk aksi sosial menyesuaikan kondisi pandemi Covid-19.

“Kegiatan ini dalam rangkaian ulang tahun Perum Bulog yang ke 53. Kita ada beberapa program diantaranya bakti sosial pembagian sembako dan uang tunai. Kegiatan ini serentak dilakukan diseluruh Indonesia di masing-masing kantor wilayah perum Bulog seluruh Indonesia,” ujarnya, Saptu,(9/5/2020).

Ditambahkan Tomi, untuk menyesuaikan kondisi pandemi Corona Virus Disease 19 (COVID-19), moment HUT ini selain kegiatan sosial, diadakan juga lomba olahraga.

Sementara itu, ketua Yayasan Binaul Ummah Ahmad Baidillah Thariq Barra mengatakan jika kegiatan bhakti sosial sudah rutin diadakan Yayasan Binaul Ummah yang bekerjasama dengan Fin Logistics.

“Saat ini, pihak Bulog juga ikut berpartisipasi yang juga dalam rangka hari jadi ke- 53,” katanya.

Atas dasar kemanusiaan khususnya lanjut Ahmad, kami libatkan sahabat sahabat tunanetra yang menjadi binaan Yayasan Binaul Ummah selama 10 tahun terakhir.

” Kami sudah menyelami kehidupan sahabat tunanetra ini, bahkan saya sendiri sudah pernah menginap beberapa kali dirumah mereka dan sangat tahu betul kesulitan mereka,” jelasnya.

Dituturkan Ahmad, tiidak ada pandemi Corona saja kehidupan perekonomian mereka cukup sulit. Alhamdulillah tahun ini kita bisa kembali berbagi meski nilainya sedikit berkurang.

“Biasanya kami berikan paket sembako senilai Rp.200 ribu plus uang masaknya Rp. 250 ribu dan baju lebaran,” katanya.

Prinsipnya bukan nilainya tapi, lebih kepada bentuk perhatian kita mengingat mereka karena kita semua merasakan dampak Corona disemua lini kehidupan.

Jadi sebenernya, kata dia, saatnya kita mengamalkan firman Allah SWT yang mengatakan “Orang orang yang menginfakkan hartanya dalam keadaan lapang maupun sempit.

“Artinya, kalo boleh ditafsirkan bagaimana kehidupan kita setiap saat selalu mengingat orang lain walaupun kita sesempit apapun Inshaallah kalo kita memikirkan orang lain akan ada saja jalannya,” tutup Ahmad.

Komentar

News Feed