by

Tingkat Kunjungan Hotel dan Tempat Wisata Terjun Bebas, Ratusan Karyawan Dirumahkan

Bogor, Akuratnews.com – Resesi ekonomi perlu diwaspadai. Wabah pandemik Covid-19 mulai dirasakan berdampak buruk terhadap perekonomian terutama hotel, restoran, dan objek wisata khususnya di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor.

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor, Budi Sulistyo, mengaku sektor perhotelan dan pariwisata sangat terdampak karena tingkat hunian hotel dan pengunjung ke tempat-tempat wisata turun tajam.

“Wah, terjun bebas. Semua hotel di Kabupaten Bogor sepi. Ini terjadi sejak Minggu tanggal 15 Maret kemarin,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi ini sulit dihindari dan belum ada solusi yang bisa dilakukan oleh para pengusaha hotel dan restoran. “Ya mau gimana lagi. Bahkan sebagian hotel sudah mulai memberlakukan sistem shift bagi pekerjanya. Misalnya tiga hari masuk kerja, tiga hari libur,” terangnya.

Hasil penelusuran di hotel-hotel di Kota Bogor juga tak jauh berbeda. Bahkan informasi yang diperoleh dari sejumlah karyawan hotel, sudah ratusan karyawan yang dirumahkan. “Ya, sudah ada seratusan karyawan yang diberhentikan sementara selama satu bulan, yaitu karyawan harian,” kata seorang tenaga resepsionis hotel ternama di Kota Bogor.

Hal serupa diakui beberapa public relations hotel di Kota Bogor. “Iya, tapi saya belum berani menyampaikan karena belum ada izin dari pimpinan,” sebut seorang PR hotel.

Seruan Work From Home (WFH), social distancing, maupun larangan kerumunan massa guna menghindari penularan Covid-19 tak terkecuali dirasakan dampaknya oleh para Event Organizer (EO). Ini seperti diakui oleh Media Relations PiAr Consulting, Cathy W Mewengkang.

“Di-cancel semua event, tapi kita tetap dijalanin release seeding dari client mas,” ucapnya.

Di lain sektor juga tak berbeda. Sepinya penumpang angkutan umum dan ojek mulai dikeluhkan pada pengemudi yang setiap hari mencari nafkah di jalanan. “Waduh susah. Apalagi sejak sekolah diliburkan, penumpang jadi sepi,” aku Mumuh, sopir angkot di Kabupaten Bogor.

Seperti diberitakan, kondisi nilai tukar rupiah pada Kamis (19/03/2020) ikut terjun bebas hingga mencapai Rp16.000 per dollar. Para pengamat ekonomi mulai ramai menguatirkan kondisi negeri ini yang terancam krisis.

Comment

News Feed