by

Tokoh Muda Labuhanbatu: Tegakkan HAM Di Uighur!

Rantauprapat, Akuratnews.com – Tokoh muda Labuhanbatu, Sumatera Utara, Muhammad Riduan, S. IP meminta pemerintah Tiongkok menghentikan segala bentuk kekerasan dan pelanggaran HAM di Uighur dengan alasan apapun.

“Kita berharap pemerintah Tiongkok dapat membawa dan menyelesaikan persoalan di Uighur dengan jalan damai tanpa kekerasan, mengedepankan perundingan dan dialog terhadap tokoh muslim setempat, dan memberikan kebebasan menjalankan ibadah bagi muslim Uighur”, ujar Riduan.

Selain itu, Direktur Eksekutif Labuhanbatu Institute juga meminta, agar Pemerintah Republik Indonesia menyatakan sikapnya atas pelanggaran HAM yang terjadi di Uighur.

“Indonesia harusnya dapat berperan lebih dengan menggunakan keanggotaannya di Dewan Keamanan PBB, melakukan penggalangan dan diplomasi agar dihentikannya segala bentuk tindakan kekerasan di wilayah Uighur”, tambah Riduan.

Saat ini, banyak negara di dunia sudah mulai muak dengan kesewenang-wenangan yang terjadi belum lama ini. Setelah Juli 2019 lalu, lebih dari 20 negara anggota PBB termasuk Australia, Inggris, Kanada, Prancis, dan Jerman mengirim surat kecaman kepada para pejabat tinggi Dewan HAM PBB. Awal Desember ini, DPR Amerika Serikat meloloskan RUU yang dapat memberikan Gedung Putih kewenangan menjatuhkan sanksi bagi Tiongkok atas yang terjadi di Xinjiang.

Lebih lanjut Tokoh muda Labuhanbatu itu mengatakan sudah saatnya Indonesia bersuara. Ia menegaskan, hal itu bukan karena Indonesia negara dengan umat Islam terbesar di dunia, tetapi nilai-nilai kemanusiaan etnis Uighur dan minoritas Muslim lainnya diduga kuat sedang dinjak-injak.

“Saatnya Indonesia bersuara, bukan karena semata-mata Indonesia adalah negara muslim terbesar dunia, melainkan karena nilai kemanusiaan etnis Uighur dan minoritas muslim lainnya diduga kuat sedang dinjak-injak” Tandasnya.

Comment

News Feed